OSIS MAN Demak Santuni 100 Anak Yatim-Piatu

DEMAK – Setiap waktu adalah kesempatan untuk bersilaturahmi dan meningkatkan ketaqwaan. Sebaik-baik waktu adalah saat mengisinya dengan amal ibadah. Karena sesungguhnya tidak ada beda antara manusia yang satu dengan lainnya di hadapan Sang Pencipta, kecuali amalan dan ibadah yang dilakukan.

Bertepatan dengan 10 Muharam 1439 H, OSIS MAN Demak kembali memberikan santunan kepada kurang-lebih 100 yatim piatu. Bersumber dana sumbangan spontanitas siswa, guru serta karyawan madrasah, bakti sosial yang juga agenda tahunan OSIS tersebut dimaksudkan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap sesama.

Ketua OSIS MAN Demak Fahrizal Attariq Z menuturkan, menyantuni yatim piatu merupakan program kerja OSIS setiap Muharam. “Tujuannya belajar bersedekah dengan menyisihkan sedikit rezeki yang dimiliki untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu. Karenanya kegiatan bakti sosial ini bertema ‘Indahnya Silaturahmi Indahnya Berbagi’,” ujarnya, Sabtu (30/9).

Sasarannya para yatim piatu di lingkungan MAN Demak serta masyarakat sekitar. Data panitia, 43 orang penerima santunan adalah siswa-siswi kelas X dan XI yang berstatus yatim piatu. Sedangkan sisanya adalah yatim piatu dari keluarga kurang mampu masyarakat sekitar.

“Selain itu ada pula sumbangan untuk yatim piatu ini yang kami tasarufkan lewat kegiatan serupa di Desa Bunderan Kecamatan Wonosalam. Maksudnya tentu saja agar sodaqoh kami bisa dirasakan manfaatnya lebih luas oleh masyarakat,” imbuh Fahrizal.

Kepala MAN Demak Drs H Suprapti MPd menambahkan, sangat mendukung kegiatan OSIS menyantuni yatim piatu tersebut. Selain melatih empati siswa, juga merupakan bagian dari pembentukan karakter mulai dari kepedulian sosial hingga jiwa kepemimpinan. Sehingga berujung terbentuknya akhlakul karimah.

“Meski berbagi dengan sesama bisa dilakukan kapan saja, namun tidak ada salahnya menggunakan momentum tahun baru Islam sebagai momentum hijrah ke kehidupan atau perilaku hidup yang lebih baik. Sekaligus melaksanakan amalan di bulan Asyura sebagai pemacu dan pemicu untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT,” terangnya, didampingi Humas MAN Demak Drs Syaroni.

Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, barang siapa di antara umat muslim memuliakan anak yatim, maka surga telah menanti. Maka wajib hukumnya bagi umat muslim yang mampu menyantuni anak yatim. Mereka yang tergolong yatim, lanjutnya, adalah anak-anak yang belum baliq namun telah ditinggal ayah atau kedua orang tuanya karena meninggal dunia.

Momen yang baik untuk berbagi kasih tersebut, menurutnya, wajib pula diajarkan kepada keluarga dan anak sejak dini. Sehingga nantinya diharapkan dapat memahami dan turut pula merasakan keterbatasan saudara-saudara mereka yang kurang beruntung.

sumber : wawasan.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *