Demak, mandemak.sch.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak kembali menyelenggarakan Haflah Akhir Sanah Islamic Boarding School (IBS) Mambaul Qur’an ke-5 di aula madrasah dengan penuh khidmat dan haru Jum’at (10/4/26).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII-3 dan XII-4 serta dihadiri oleh Kepala Madrasah, para wakil kepala, Kepala Boarding, ustadz/ustadzah, serta wali santri.
Acara diawali dengan Khotmil Qur’an oleh para santri, doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ustadz Khayatuddin Annur Rozaq, S.H., Al-Hafidz, yang menambah suasana religius dan penuh keberkahan.
Momentum sakral dilanjutkan dengan prosesi penyerahan syahadah oleh H. Nur Kamsan, S.Ag., M.Pd., selaku Kepala MAN Demak, didampingi oleh Kepala Boarding. Penyerahan ini menjadi simbol keberhasilan para santri dalam menempuh pendidikan dan menghafal Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, perwakilan wali santri, H. Ahmadun, M.Pd., menyampaikan harapan kepada para ustadz dan ustadzah agar tetap mengakui serta mendoakan para santri meskipun telah lulus. Ia juga berpesan kepada para santri untuk terus menjaga hafalan dengan rutin murajaah dan meningkatkan kualitas hafalan mereka.
Sementara itu, Kepala Boarding, Khoiri, S.Ag., M.Pd., memberikan motivasi kepada para santri agar tetap semangat hingga mampu menyelesaikan hafalan 30 juz. Ia menyampaikan bahwa berkat bimbingan para asatidz, terdapat dua santri IBS Mambaul Qur’an yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.
Dalam sambutan penutupnya, Kepala Madrasah H. Nur Kamsan, S.Ag.,M.Pd., secara resmi mengembalikan para santri kepada wali santri, sebagai tanda berakhirnya masa pendidikan mereka di IBS Mambaul Qur’an.
Acara inti diisi dengan mauidloh hasanah oleh KH. Mustaghfirin El Syiroj dari Mranggen. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya peran orang tua dalam menyelamatkan anak dari panasnya kehidupan dunia dan akhirat. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menghargai ilmu dan memuliakan guru sebagaimana diajarkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim.
Kegiatan Haflah Akhir Sanah ini menjadi momen penuh makna, tidak hanya sebagai penutup perjalanan pendidikan, tetapi juga sebagai awal pengabdian para santri dalam menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
(Adkar Nawawi, Humas MAN Demak)








