Demak, mandemak.sch.id — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak mengawali hari pertama masuk sekolah pasca libur Idul Fitri dengan menggelar rangkaian kegiatan religius dan penuh kebersamaan di lingkungan madrasah Sabtu (28/3/26).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta siswa sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Asmu’i, S.Ag. Suasana khidmat terasa ketika seluruh peserta larut dalam doa dan lantunan dzikir.
Selanjutnya, Kepala Madrasah, H. Nur Kamsan, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya prinsip moderasi beragama, yaitu bersikap adil, tawazun (seimbang), toleransi, dan tawasut (jalan tengah). Ia juga menegaskan komitmen kebangsaan, sikap toleransi, anti kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya lokal sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar MAN Demak, baik secara pribadi maupun kedinasan.
Kegiatan dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal yang dipimpin oleh perwakilan guru, H. Safiuddin, S.Ag., M.Pd., sebagai simbol saling memaafkan antar warga madrasah.
Memasuki sesi mauidhoh hasanah, tausiyah disampaikan oleh KH. Ruslin yang mengangkat tema penguatan moderasi beragama dengan mengembalikan fitrah kemanusiaan melalui solidaritas. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas makna ayat dari Surat Ali Imran tentang pentingnya bersegera menuju ampunan Allah SWT.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (hablumminannas), karena dosa seperti ghibah dan namimah tidak dapat ditebus hanya dengan ibadah ritual seperti sholat tahajud. Disampaikan pula bahwa siapa yang memperbaiki hatinya, maka Allah akan memperbaiki perilaku dan kehidupannya.
KH. Ruslin juga mengajak siswa untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, seperti menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Dalam sesi interaktif, beberapa siswa berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan dan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Tausiyah diakhiri dengan lantunan sholawat serta doa penutup yang menambah kekhusyukan suasana.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan musafahah atau saling bersalaman antara guru, tenaga kependidikan, dan siswa sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat ukhuwah.
Kegiatan dilanjutkan dengan acara halal bihalal khusus bagi guru, karyawan, dan komite MAN Demak. Acara dimulai dengan pembukaan, kemudian sambutan Kepala Madrasah, H. Nur Kamsan, S.Ag., M.Pd.
Selanjutnya, pembinaan disampaikan oleh Drs. KH. Mohammad Sholeh, M.Ag., yang mengangkat kisah Qabil dan Habil sebagai pelajaran penting tentang pentingnya saling memaafkan. Beliau menekankan bahwa dengan saling memaafkan, manusia dapat kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.
Acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan musafahah antar peserta, dan diakhiri dengan ramah tamah dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat spiritualitas, kebersamaan, serta semangat baru bagi seluruh warga MAN Demak dalam menjalankan aktivitas pendidikan pasca Idul Fitri.(Adkar Nawawi, Humas MAN Demak)






