Demak, mandemak.sch.id — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak menggelar kegiatan Penguatan Spiritual bagi Guru dan Tenaga Kependidikan di lingkungan madrasah. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Sabtu (14/3/26).
Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh H. Safiuddin, S.Ag., M.Pd. Suasana khusyuk terasa ketika seluruh peserta bersama-sama melantunkan dzikir sebagai bentuk penguatan iman dan ketakwaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN Demak, H. Nur Kamsan, S.Ag., M.Pd. menyampaikan rasa syukur atas berbagai kegiatan yang telah terlaksana dengan baik di madrasah. Ia mengungkapkan bahwa pengajian kitab Syifaus Shudur yang telah dilaksanakan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas suksesnya kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan ke MAN Demak yang berlangsung meriah dan berjalan lancar. Selain itu, pertemuan antara komite madrasah dengan para wali murid baru juga terlaksana dengan baik. Kepala madrasah berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan dilestarikan ke depannya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar penerimaan murid baru gelombang kedua dapat memperoleh peserta didik yang lebih banyak dan berkualitas, serta berkarakter sholih dan sholihah. Dalam kesempatan itu juga disampaikan beberapa hal terkait peningkatan kedisiplinan, di antaranya penerapan ketertiban bagi guru dan tenaga kependidikan untuk tetap berada di madrasah meskipun tidak memiliki jam mengajar.
Selain itu, sistem piket guru akan diberlakukan secara merata tanpa membedakan guru senior maupun junior dengan jadwal yang bergilir setiap bulan, termasuk bagi guru yang bertugas di boarding. Terkait aspirasi siswa melalui Forum Aspirasi (Forasi), beliau mengajak seluruh pihak untuk menyikapinya dengan hati yang lapang dan sikap lilo legowo.
Kepala madrasah juga menyampaikan perkembangan pembangunan sarana prasarana di MAN Demak. Pembangunan musholla diharapkan segera selesai, sementara pengembangan perpustakaan dan laboratorium menjadi skala prioritas yang diharapkan dapat terwujud pada tahun ini. Hal serupa juga berlaku bagi pengembangan fasilitas boarding apabila ketersediaan dana mencukupi.
Dalam hal pengelolaan keuangan, disampaikan bahwa selama ini penanganannya berada di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, dan ke depan akan diambil alih oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Beliau juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap absensi Pusaka, karena masih ditemukan beberapa kendala yang dapat berdampak pada tunjangan kinerja (Tukin). Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh guru dan tenaga kependidikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan mauidhatul hasanah yang disampaikan oleh K. Zaenal Abidin, S.Pd., M.Si. Ceramah diawali dengan lantunan sholawat yang diiringi tembang “Gundul-Gundul Pacul” karya Sunan Kalijaga, yang sarat makna filosofis. Beliau menjelaskan bahwa kepala merupakan mahkota manusia, sedangkan makna “gundul” mengajarkan agar manusia menjadi mulia karena Allah, bukan karena hal lain.
Istilah pacul dimaknai sebagai ajakan untuk senantiasa beribadah dan bertakwa kepada Allah. Dalam ceramahnya juga disampaikan berbagai perumpamaan dari suara hewan yang mengingatkan manusia untuk berdzikir dan selalu ingat kepada Allah, sehingga terdorong untuk melaksanakan ibadah seperti shalat tahajud.
Beliau mengingatkan agar manusia menjauhi sifat gembelengan atau kesombongan, karena kesombongan dapat menutup hati. Dicontohkan bahwa iblis yang memiliki ilmu tinggi justru celaka karena kesombongannya ketika menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa bersikap rendah hati dan ikhlas dalam beribadah.
Makna lain dari tembang tersebut juga mengajarkan bahwa berbagai nikmat yang diberikan Allah harus disyukuri. Beliau menuturkan kisah Ibrahim bin Adham yang pernah bertemu seseorang dengan keterbatasan fisik namun tetap bersyukur dan selalu berdzikir kepada Allah. Kisah tersebut menjadi pelajaran penting agar manusia tidak mudah mengeluh dan senantiasa bersyukur.
Beliau juga mengingatkan bahwa jika manusia tidak mensyukuri nikmat Allah, maka kehidupan di dunia dan akhirat akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini umat Islam diajak untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak dzikir, serta memperbaiki kualitas shalat tarawih dan amalan lainnya, terlebih pada malam-malam yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh K. Khoiri, S.Ag., M.Pd., memohon keberkahan dan kemudahan bagi seluruh civitas akademika MAN Demak. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kebersamaan dan kehangatan di antara guru dan tenaga kependidikan MAN Demak.(Adkar Nawawi, Humas MAN Demak)



