Demak, mandemak.sch.id — MAN Demak menggelar kegiatan Penguatan Budaya Kerja, Pola Pikir serta Citra Institusi dan Penguatan Profesionalitas Guru bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut diikuti oleh seluruh Bapak/Ibu guru MAN Demak.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC Ika Ani Sulistyowati, S.Pd., M.Si., dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Suasana semakin khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Favian, do’a dipimpin oleh KH. Ruslin.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala MAN Demak, H. Nur Kamsan, S.Ag., M.Pd., kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Dr. H. Abdur Rouf.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saeful Mujab, memberikan penguatan kepada seluruh guru MAN Demak sekaligus menyampaikan lima pesan penting yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan madrasah.
Pertama, tenaga pendidik diharapkan menjadi guru yang dinanti oleh murid. Guru tidak hanya hadir untuk menyampaikan materi pembelajaran, tetapi mampu memberikan inspirasi, keteladanan, dan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
Kedua, madrasah diminta melakukan pemetaan secara serius terhadap potensi akademik peserta didik sejak kelas X hingga kelas XII, khususnya dalam kaitannya dengan peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan pemetaan tersebut, madrasah memiliki gambaran yang jelas mengenai potensi dan arah pengembangan setiap peserta didik.
Ketiga, terkait sarana dan prasarana, madrasah harus terus berupaya menciptakan lingkungan yang nyaman, asri, bersih, dan menyenangkan bagi seluruh warga madrasah. Kakanwil juga menekankan pentingnya penerapan ekoteologi dalam kehidupan madrasah.
Keempat, madrasah perlu membangun kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga serta perguruan tinggi, sehingga bakat dan potensi peserta didik dapat tersalurkan dan berkembang secara optimal. Bahkan, menurutnya, jejaring kerja sama dapat diperluas hingga perguruan tinggi di luar negeri.
Kelima, madrasah harus memiliki pemahaman keagamaan yang kuat agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang menyimpang, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.
Pendidikan keagamaan juga harus berjalan beriringan dengan penguatan paham kebangsaan, sehingga generasi madrasah tetap kokoh dalam keyakinan, cinta tanah air, dan mampu meneruskan nilai-nilai luhur bangsa.
“Jadilah guru yang dinanti oleh murid. Madrasah harus menjadi tempat yang nyaman, memiliki jejaring luas, serta mampu membekali anak dengan pemahaman keagamaan dan kebangsaan,” pesan Kakanwil.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian Musholla Al-Munawar dan Perpustakaan Darul Kutub MAN Demak, serta kegiatan supervisi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar MAN Demak untuk terus meningkatkan profesionalitas, memperkuat budaya kerja, mengembangkan lingkungan madrasah yang nyaman dan berwawasan ekoteologi, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Kepala MAN Demak, H. Nur Kamsan, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penguatan yang diberikan Kakanwil Kemenag Jawa Tengah. Ia berharap pesan dan arahan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama membawa MAN Demak semakin maju, berprestasi, Pintar dan ZI (Zona Integritas).(Adkar Nawawi, Humas MAN Demak)





