Demak, mandemak.sch.id – MAN Demak menggelar acara purna tugas bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian kepada madrasah, Sabtu (31/10/26).
Acara berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan dengan melepas dua GTK, yakni Zaenal Abidin, S.Pd., M.Si. dan Noor Khamim.
Acara dipandu oleh Hj. Nur Aini Iksan, S.Pd., M.Si., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MAN Demak yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha, Hj. Wahidatul Fajriyah, S.Ag.
Sambutan perwakilan guru disampaikan oleh Hj. Ema Setiyana, S.Pd., yang mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas pengabdian serta kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di MAN Demak. Sementara itu, sambutan perwakilan tenaga kependidikan disampaikan oleh Warih Suci Jati Utami.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan perwakilan GTK yang purna tugas disampaikan oleh Zaenal Abidin, S.Pd., M.Si. Beliau mengungkapkan permohonan maaf atas segala kekurangan selama berinteraksi dan bekerja bersama keluarga besar MAN Demak. Beliau juga memohon doa agar senantiasa diberikan umur panjang dan kesehatan.
Dalam pesannya, Zaenal Abidin mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan agar tetap menjaga semangat dalam menjalankan tugas.
“Jangan kalah semangatnya seperti saya. Mengajarlah dengan ikhlas, insyaallah akan membawa keberkahan. Yang paling penting adalah akhlaqul karimah. Jangan pernah lelah untuk saling mengingatkan,” pesannya.
Beliau juga mengajak seluruh keluarga besar MAN Demak untuk senantiasa menjaga tali silaturahmi. Bahkan, beliau menyampaikan komitmennya untuk tetap berkontribusi dalam kegiatan MGMP Bahasa Inggris dan siap membantu, termasuk dalam penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS).
Selanjutnya, Kepala MAN Demak, H. Nur Kamsan, S.Ag., M.Pd., dalam arahan dan sambutannya menyampaikan bahwa semangat serta keteladanan yang telah ditunjukkan Zaenal Abidin patut menjadi motivasi bagi seluruh GTK MAN Demak.
Beliau secara khusus menekankan pentingnya penerapan akhlaqul karimah dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan akhlak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru agama, melainkan seluruh guru tanpa terkecuali.
“Jangan mudah memberikan label kepada peserta didik dengan sebutan atau penilaian tertentu. Terkadang, anak yang kita anggap memiliki karakter kurang baik justru bisa menjadi anak yang paling mengutamakan dan menghargai kita. Oleh karena itu, mari kita bangun hubungan yang baik dengan peserta didik sehingga kehadiran kita menjadi bagian terbaik dalam perjalanan pendidikan mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Nur Kamsan menyampaikan bahwa selama dirinya bertugas di MAN Demak, sudah cukup banyak guru dan tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas, kurang lebih delapan orang. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan dan dinamika madrasah yang diharapkan terus melahirkan generasi serta pengabdian yang lebih baik.
Beliau juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih atas seluruh dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada madrasah.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Asmu’i, S.Ag., kemudian penyerahan cinderamata kepada GTK yang purna tugas sebagai ungkapan terima kasih dan kenang-kenangan dari keluarga besar MAN Demak.
Acara purna tugas ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian, mempererat persaudaraan, serta meneruskan nilai-nilai keteladanan. Meski telah menyelesaikan tugas kedinasan, silaturahmi dan kontribusi pemikiran bagi kemajuan madrasah diharapkan tetap terjalin.
Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan dalam menjalani masa purna tugas. Purna tugas bukan akhir dari pengabdian, tetapi awal untuk terus menebar manfaat.(Adkar Nawawi, Humas MAN Demak)



