
Demak, mandemak.sch.id – Komitmen nyata untuk mencetak generasi yang jujur, bersih, dan berkarakter mulia terus digaungkan oleh pihak madrasah. Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), sebanyak kurang lebih 432 murid baru mendapatkan pembekalan krusial mengenai penegakan antikorupsi dan pencegahan gratifikasi sejak dini, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan sarat makna ini disisipkan langsung di tengah kedisiplinan apel pagi yang berlangsung di lapangan utama madrasah. Dengan mengusung tema besar “Membangun Generasi Ceria, Ramah dan Berintegritas”, penyuluhan ini dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai moralitas dasar agar melekat kuat pada sanubari para murid baru selama menempuh perjalanan pendidikan mereka. Hadir langsung memimpin jalannya kegiatan sebagai Pembina Apel sekaligus pemateri utama, Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Hj. Nur Aini Iksan, S.Pd., M.Sc.
Penyuluhan antikorupsi dan gratifikasi ini bukan sekadar agenda seremonial biasa. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari langkah nyata MAN Demak sebagai salah satu instansi yang terus aktif membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kementerian Agama. Pembangunan Zona Integritas ini tidak hanya menyasar pada tata kelola birokrasi dan layanan publik tetapi juga wajib diinternalisasikan kepada seluruh murid sebagai bagian dari ekosistem madrasah yang bersih dan berintegritas.
Dalam amanatnya yang disampaikan secara lugas, Ibu Hj. Nur Aini Iksan menekankan bahwa pembentukan karakter antikorupsi tidak harus menunggu seseorang menjadi pejabat atau orang dewasa. Madrasah merupakan laboratorium pertama bagi siswa untuk mempraktikkan kejujuran., kedisiplinan dan tanggung jawab mereka.
“Madrasah bukan hanya sekedar tempat untuk mengejar nilai akademik di atas kertas secara formalitas, melainkan sebuah rahim yang melahirkan generasi berkarakter. Melalui tema “Membangun Generasi Ceria, Ramah dan Berintegritas”, kita ingin memastikan bahwa 432 siswa baru yang menjadi bagian dari keluarga besar madrasah ini tumbuh menjadi pribadi yang jujur, berani membela kebenaran, dan bersih dari segala bentuk tindakan koruptif,” tegas beliau di hadapan ratusan peserta apel.
Beliau juga membedah contoh konkret tindakan nyata yang relevan dengan kehidupan remaja di sekolah, seperti menolak budaya menyontek saat ujian, disiplin hadir tepat waktu, hingga menjaga amanah orang tua dan guru. Selain itu, pemahaman dasar mengenai penolakan gratifikasi—seperti larangan memberikan hadiah tertentu kepada guru demi mendapatkan keistimewaan nilai—juga diperkenalkan agar para murid memahami batas etika sejak awal.
Meskipun materi yang diangkat tergolong berat dan penuh muatan moral, suasana di lapangan madrasah tetap berjalan kondusif dan hidup. Seluruh murid baru tampak menyimak dengan penuh perhatian, menciptakan perpaduan atmosfer yang khidmat namun tetap memancarkan energi muda yang membara.
Dalam penyampaiannya beliau juga mengemas penyuluhan ini secara interaktif melalui yel-yel antikorupsi yang membakar semangat. Ketika beliau meneriakkan kata “Menyontek?” atau “Korupsi?”, secara serentak ratusan murid baru dengan kompak menjawab “NO!” dan “NO WAY!” sembari memperagakan gerakan tangan menolak.
Ketegasan komitmen para murid mencapai puncaknya sesaat sebelum apel pagi dibubarkan. Seluruh 432 peserta MATAMUDA secara serentak menggemakan Ikrar Bersama Siswa Berintegritas.
Sembari mengepalkan tangan kanan erat-erat di dada, suara lantang para siswa baru ini bergemuruh memenuhi lapangan madrasah. Terdapat poin-poin utama yang diikrarkan, di antaranya komitmen menjunjung tinggi kejujuran dalam perkataan maupun perbuatan, menolak segala bentuk kecurangan akademik, serta berani bertindak benar demi menjaga nama baik diri sendiri, orang tua, dan madrasah tercinta.
Melalui kegiatan penyuluhan di hari ketiga MATAMUDA ini, diharapkan nilai-nilai integritas tidak sekadar menjadi jargon pelengkap di spanduk acara, melainkan menjadi pondasi nyata bagi seluruh murid demi mewujudkan asa luhur: Madrasah Hebat, Generasi Jujur, Indonesia Bermartabat!. (Nur Aini, Humas MAN Demak)
